Kirab Bendera dari Monas ke Istana Merdeka
Upacara HUT RI ke-80 Republik Indonesia berlangsung meriah dengan kirab bendera yang dimulai pukul 08.00 WIB. Rombongan berangkat dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka sebagai pusat peringatan.
Sebanyak 145 pasukan berkuda turut mengiringi perjalanan Sang Merah Putih bersama teks proklamasi, menambah kesakralan suasana peringatan kemerdekaan.
Filosofi Garuda Prabuyakasa
Bendera negara diarak dengan kereta kencana Garuda Prabuyakasa. Nama Prabuyakasa berasal dari gabungan kata “Praba” dan “Yaksa”, yang bermakna cahaya besar.
Kereta istimewa ini dibuat khusus di Sleman untuk memperingati kemerdekaan ke-80 RI. Penampilannya anggun namun gagah, ditarik oleh pasukan berkuda dengan material utama kayu jati dan besi baja.
Besi baja yang dipakai memiliki makna filosofis: bangsa Indonesia akan semakin tangguh jika ditempa, layaknya baja dalam konstruksi kereta kencana HUT RI ke-80.
Pembawa Bendera dan Teks Proklamasi
Dalam kirab, Sang Merah Putih dibawa oleh purna Paskibraka Duta Pancasila, Kirana Asyawidya Baskara dari Banten. Sementara teks proklamasi dibawa Ni Komang Trisetya asal Bali.
Keduanya menempati kereta kencana Garuda Prabuyakasa menuju Istana Merdeka, mengemban kehormatan sebagai pembawa bendera negara pada momen bersejarah 2024 ini.
Kunjungi: Website Toko Game Online Terlengkap Betingslot
Iring-Iringan Pasukan Berkuda dan Paspampres
Rombongan kirab dikawal voorijder di bagian depan, kemudian pasukan berkuda yang menjaga perjalanan kereta. Di barisan belakang, tampak kirab paspampres mengenakan busana simbol kerajaan-kerajaan Nusantara.
Kehadiran mereka menambah nuansa historis dan memperkuat pesan kebhinekaan dalam perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Komjen Dedi Prasetyo Resmi Jadi Wakapolri